IMG_3877

Penulis : Ade Rizki Pebriana
Editor : Tim Persmasuaka

Tasikmalaya, (SUAKA) – Universitas Perjuangan Tasikmalaya (UNPER) menggelar kegiatan Pendidikan Bela Negara (PBN) Angkatan ke-10. Bertempat di lingkungan kampus, Universitas Perjuangan Tasikmalaya. Senin, (02/02/2026).

PBN yang berlangsung dari tanggal 2 – 6 Februari 2026 ini merupakan kegiatan yang wajib diikuti para mahasiswa/i dari berbagai program studi dengan tujuan untuk membentuk generasi muda yang nasionalis dan disiplin guna mewujudkan Indonesia Emas.

Dr. H. D. Yadi Heryadi, Ir., M.Sc., menyampaikan bahwa karakter kejuangan merupakan bagian penting dari visi universitas. Menurutnya, PBN hadir untuk membekali mahasiswa dengan nilai-nilai perjuangan yang relevan dengan tantangan zaman. “Nilai kejuangan kami tanamkan melalui pendidikan bela negara, baik secara teori maupun praktik,” ujarnya.

Nilai-nilai yang diterapkan dalam PBN sejalan dengan karakter Siliwangi dan jargon Universitas Perjuangan, yakni cager, bageur, bener, pintar, tur singer, serta nilai kedisiplinan dan perilaku mahasiswa.

Dalam pelaksanaannya, universitas menggandeng unsur TNI dan instansi terkait untuk memberikan materi, tanpa mengarah pada militerisasi. Kegiatan meliputi pembinaan fisik ringan, wawasan kebangsaan, hingga kesiapsiagaan bencana.

Danramil 1209, Andri Mulyono, menyampaikan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam pembelaan negara sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Pasal 27 Ayat 3. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai insan akademik, tetapi juga sebagai agent of change yang memiliki fungsi kontrol sosial di masyarakat.

“Mahasiswa harus memiliki kecintaan terhadap tanah air, wawasan kebangsaan, dan nilai-nilai Pancasila dalam bingkai NKRI,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa peran mahasiswa semakin penting di era digitalisasi, di mana arus informasi berkembang pesat dan berpotensi memengaruhi nilai kebangsaan. Oleh karena itu, Pendidikan Bela Negara dinilai relevan sebagai upaya memperkuat kesadaran nasionalisme generasi muda.

Dalam pelaksanaannya, PBN tidak hanya menitikberatkan pada aspek fisik, tetapi juga pembentukan karakter, etika, dan sikap mahasiswa. Andri menilai bekal akademik saja tidak cukup tanpa diiringi mentalitas dan kepribadian yang baik.

“Mahasiswa akan dinilai oleh masyarakat dari perilakunya, baik di dalam maupun di luar kampus. Nama baik kampus ada di tangan mahasiswa,” jelasnya.

Ia juga menyoroti fenomena degradasi moral di kalangan generasi muda, seperti keterlibatan dalam geng motor, penyalahgunaan minuman keras, hingga narkoba. Dalam konteks ini, mahasiswa diharapkan mampu menjadi contoh dan motor penggerak perubahan positif di lingkungan sekitar.

Terkait metode pembinaan, Andri menegaskan bahwa TNI mengedepankan pendekatan humanis tanpa menghilangkan nilai disiplin. Keterlibatan TNI dalam PBN UNPER merupakan bagian dari tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam pemberdayaan masyarakat dan pembinaan generasi muda.

Kegiatan PBN yang berlangsung selama lima hari ini dirancang agar tidak bersifat seremonial. Indikator keberhasilannya dilihat dari perubahan sikap mahasiswa, seperti kedisiplinan, kebersamaan, dan toleransi antar mahasiswa yang berasal dari latar belakang daerah dan budaya berbeda.

Menurut salah satu peserta, Dinda Aryani, mahasiswa Program Studi Agribisnis, kegiatan PBN memberikan pengalaman yang cukup berkesan meskipun menguras tenaga. Ia menilai bahwa nilai moral yang relevan dan paling terasa selama kegiatan berlangsung adalah kedisiplinan.

“Melalui kegiatan PBN ini, mahasiswa dilatih untuk belajar tentang kenegaraan dan kedisiplinan. Salah satu hal yang juga tumbuh adalah rasa cinta terhadap tanah air dengan mengikuti rangkaian kegiatan PBN,” ujarnya.

Dinda menambahkan, meskipun belum memiliki rencana kontribusi secara langsung setelah mengikuti kegiatan tersebut, PBN dinilai mampu memberikan dampak positif bagi mahasiswa, khususnya dalam membangun rasa percaya diri.

Berharap para mahasiswa dapat mengikuti kegiatan PBN dengan baik dan memanfaatkan kegiatan ini untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan kampus dan masyarakat. (Tim Media Suaka)***

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *