IMG_7189

Penulis: Reva Salwa Adhya
Editor: Tim Persma Suaka

Tasikmalaya, (SUAKA) – Kesadaran akan pentingnya kesehatan mental di lingkungan akademik menjadi fokus dalam Seminar Mental Health bertajuk “The Best Investment is You: Seni Merawat Diri dan Meningkatkan Produktivitas sebagai Mahasiswa” yang diselenggarakan oleh mahasiswa Manajemen D 23 Universitas Perjuangan sebagai bagian dari tugas praktikum mata kuliah Manajemen Event. Kamis, (04/06/2026).

Ketua pelaksana, Salma Putri Nabila, menjelaskan bahwa pemilihan tema kesehatan mental dilatarbelakangi oleh kondisi mahasiswa yang kerap menghadapi berbagai tekanan akademik maupun non-akademik. Menurutnya, banyak mahasiswa mengalami kelelahan mental (burnout), stres, hingga kesulitan mengelola emosi akibat tuntutan perkuliahan, organisasi, dan kehidupan sehari-hari.

“Kami melihat banyak mahasiswa yang mengalami tekanan karena tugas, organisasi, dan berbagai tuntutan lainnya. Karena itu, kami ingin mengajak mahasiswa untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental melalui seminar ini,” ujarnya.

Dalam proses penyelenggaraannya, panitia berkolaborasi dengan UPT Bimbingan Konseling, Karir, dan Kewirausahaan (BKKWU) Universitas Perjuangan. Persiapan kegiatan dilakukan selama kurang lebih dua bulan, mulai dari penyusunan proposal, koordinasi teknis, hingga pencarian sponsor.

Salma mengungkapkan bahwa antusiasme mahasiswa terhadap seminar ini cukup tinggi. Kuota awal sebanyak 50 peserta bahkan harus ditambah karena tingginya minat mahasiswa untuk mengikuti kegiatan tersebut.

“Mahasiswa mulai sadar bahwa untuk menjadi produktif, kita harus sehat terlebih dahulu, termasuk sehat secara mental. Karena itu, literasi kesehatan mental sangat penting untuk dimiliki,” tambahnya.

Dosen pengampu mata kuliah Manajemen Event, Irly Artiara Irawan, S.E., M.M. mengapresiasi kreativitas mahasiswa dalam mengemas seminar sebagai bentuk praktik nyata dari pembelajaran di kelas. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam mengelola sebuah acara, tetapi juga memperkuat kemampuan kerja sama dan komunikasi.

“Mahasiswa belajar bagaimana bekerja sama dengan berbagai karakter yang berbeda agar sebuah kegiatan dapat berjalan dengan baik. Ini menjadi sarana penguatan soft skill dan kompetensi yang sangat penting,” jelasnya.

Ia juga menilai bahwa kesehatan mental merupakan aspek yang perlu diperhatikan oleh mahasiswa, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan akademik maupun sosial. Kemampuan mengelola pikiran dan emosi dinilai menjadi bekal penting sebelum memasuki dunia kerja.

Sebagai pemateri, Anandha Putri Rahimsyah, M.Pd., menegaskan bahwa kesehatan mental memiliki peran yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki kemampuan adaptasi agar mampu menghadapi berbagai tekanan dan perubahan yang terjadi selama masa perkuliahan.

“Ketika seseorang sehat secara mental, ia dapat mengelola emosi, menentukan prioritas, mengambil keputusan dengan baik, serta menyelesaikan tugas secara lebih efektif. Produktivitas bukan hanya soal kuantitas, tetapi juga kualitas,” ungkapnya.

Ia juga membagikan sejumlah langkah sederhana yang dapat diterapkan mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari, seperti berlatih mindfulness, melakukan afirmasi positif, mengatur waktu istirahat dan belajar secara seimbang, serta membangun lingkungan pertemanan yang sehat.

Salah satu peserta seminar, Sapira dari Program Studi Manajemen, mengaku memperoleh banyak pemahaman baru mengenai pentingnya merawat diri dan menjaga kesehatan mental. Materi mengenai self-care menjadi bagian yang paling berkesan baginya selama mengikuti kegiatan.

“Seminar ini membuat saya lebih memahami pentingnya mengelola emosi, mencintai diri sendiri, dan terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik,” tuturnya.

Setelah mengikuti seminar tersebut, Sapira berkomitmen untuk mulai melakukan langkah-langkah kecil dalam menjaga kesehatan mental, salah satunya dengan lebih menghargai diri sendiri dan mengurangi ekspektasi yang berlebihan terhadap orang lain.

Melalui seminar ini, panitia berharap mahasiswa dapat mengimplementasikan materi yang telah diberikan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu menjaga kesehatan mental, meningkatkan produktivitas akademik, serta menjadi pribadi yang lebih siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan. (Tim Media Suaka)***

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *