0ec53d12-fd25-47c9-96f6-d5af705db3a5

Penulis: Adi Restu Gumilar
Editor: Tim persma suaka

Tasikmalaya, (SUAKA) — Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Perjuangan Tasikmalaya (HMTS UNPER) melaksanakan program Pengabdian Pada Masyarakat di Kampung Trowek, Desa Dirgahayu, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya. Selasa, (16/06/2026).

Pengabdian ini diadakan sebagai bentuk penerapan ilmu akademik para mahasiswa sekaligus upaya membantu warga mengatasi masalah lingkungan yang menjadi tantangan utama di desa tersebut.

Menurut Ketua HMTS, Arya Wirayuda, desa ini dipilih karena memiliki kebutuhan mendesak terkait pengelolaan sampah dan kesadaran lingkungan yang masih perlu ditingkatkan. “Kami ingin hadir tidak hanya sebagai pemberi solusi, tapi juga saling membantu membangun kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan bersama warga,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa melalui kegiatan ini, mahasiswa juga dilatih untuk menumbuhkan empati dan kepedulian sosial dengan beradaptasi langsung di tengah masyarakat.

Penanggung jawab kegiatan, Aden Muhammad Raisya Awalya Syam, menjelaskan terdapat tiga program kerja utama yang dijalankan, yaitu sosialisasi pengelolaan sampah, pelatihan dasar penggunaan perangkat komputer, serta pembuatan bak sampah berbasis bahan mika.

“Pembuatan bak sampah ini menjadi bentuk nyata penerapan ilmu Teknik Sipil yang kami dapatkan di bangku kuliah, disesuaikan dengan kondisi lapangan dan kebutuhan warga,” jelasnya. Ia menyebut antusiasme serta partisipasi warga sangat aktif sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar.

Perwakilan Program Studi Teknik Sipil, Thoriq Mustaqim, menilai kegiatan ini sangat penting sebagai wadah aktualisasi kurikulum. “Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di ruang kelas, tapi bisa melihat langsung kondisi lapangan dan menerapkan ilmunya. Inovasi yang dibawa juga selaras dengan program pemerintah dalam menjaga lingkungan,” ungkapnya.

Ia berharap ke depannya Desa Dirgahayu dapat menjadi desa binaan tetap HMTS dengan program yang lebih beragam dan berkelanjutan.

Presiden Mahasiswa UNPER, Abdan Syakuro, mengapresiasi tinggi kegiatan ini sebagai wujud peran mahasiswa sebagai agent of change. “Pengabdian seperti ini membuktikan mahasiswa mampu berkontribusi nyata, sekaligus mempererat hubungan baik antara kampus dan masyarakat luas,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Dirgahayu, Asep Budi Wahyudin, menyampaikan rasa terima kasih dan harapannya. “Kesadaran warga terhadap pengelolaan sampah masih perlu ditingkatkan. Semoga kehadiran HMTS ini bisa membuka kesadaran baru, dan kerja sama ini terus berlanjut di masa mendatang,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Ketua Pemuda Desa, Robi Ramlan, yang menyatakan pihaknya siap melanjutkan dan merawat hasil program yang telah dibangun bersama.

Melalui kegiatan Pengabdian ini, HMTS UNPER membuktikan bahwa mahasiswa Teknik Sipil tidak hanya andal dalam teori, tetapi juga siap memberikan solusi nyata bagi permasalahan lingkungan dan sosial. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun hubungan silaturahmi dan kerja sama jangka panjang antara kampus dan masyarakat desa. (Tim Media Suaka)*

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *