Gelar Lomba Mewarnai, Mahasiswa dukung pendidikan dan tumbuh kembang anak usia dini

Penulis: Ade Rizki Pebriana
Editor: Tim Persma Suaka

Tasikmalaya, (SUAKA) – Mahasiswa Program Studi Manajemen E 23 Universitas Perjuangan Tasikmalaya menggelar kegiatan Lomba Mewarnai bertemakan “Samudra Warna: Mengembangkan Kreativitas dan Imajinasi Anak Melalui Keindahan Laut” di Lobby Gedung Mashudi Universitas Perjuangan Tasikmalaya, Minggu (14/06/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh anak-anak tingkat TK ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi peserta dalam mengekspresikan kreativitas melalui seni mewarnai sekaligus melatih kemampuan motorik halus sejak usia dini. Selain menjadi ajang pengembangan bakat anak, kegiatan ini juga merupakan implementasi praktik mahasiswa dalam Mata Kuliah Manajemen Event.

Ketua Pelaksana, Imam Abdul Khalip, mengatakan bahwa lomba mewarnai dipilih sebagai kegiatan yang mampu mendorong kreativitas anak-anak melalui seni. Menurutnya, proses pelaksanaan acara tidak terlepas dari berbagai tantangan, terutama dalam menjaring peserta dan memperoleh dukungan sponsor.

Ia menjelaskan bahwa pada awal kegiatan terdapat beberapa peserta yang masih malu dan enggan mengikuti lomba. Namun, berkat dukungan orang tua serta pendekatan yang dilakukan panitia, anak-anak akhirnya mampu mengikuti kegiatan dengan antusias dan penuh keceriaan.

“Pengalaman ini menjadi pembelajaran berharga bagi kami dalam berorganisasi dan mengelola sebuah kegiatan yang melibatkan banyak pihak,” ujar Imam.

Dosen Pengampu Mata Kuliah Manajemen Event, Dudu Risana, M.M., menilai kegiatan tersebut memiliki manfaat yang besar bagi perkembangan anak, terutama dalam aspek sosial dan kepercayaan diri. Menurutnya, kegiatan seperti lomba mewarnai dapat membiasakan anak untuk berinteraksi dengan lingkungan baru dan teman-teman sebaya.

“Anak-anak belajar bersosialisasi, berkomunikasi, dan beradaptasi dengan teman-teman baru. Selain itu, kegiatan seperti ini juga dapat menjadi dasar dalam membangun kepercayaan diri mereka untuk jenjang pendidikan berikutnya,” ungkapnya.

Dari sisi akademik, beliau menilai kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran yang efektif bagi mahasiswa. Ia menjelaskan bahwa mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam proses perencanaan, penyusunan proposal, komunikasi dengan pihak eksternal, hingga pelaksanaan acara.

Sementara itu, juri lomba, Nuri Nur Aulia, S.E., mengapresiasi kreativitas yang ditunjukkan para peserta. Ia menilai anak-anak mampu menampilkan kombinasi warna yang menarik sesuai tema laut yang diusung dalam perlombaan.

“Semua hasil karya anak-anak sangat baik. Saya melihat beberapa peserta sudah mampu mengombinasikan dan menggradasikan warna dengan baik sehingga menghasilkan gambar yang lebih hidup dan menarik,” tuturnya.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap kinerja panitia yang dinilai mampu mengelola acara secara disiplin dan terorganisasi. Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai jadwal serta menunjukkan kerja sama tim yang solid.

“Panitia mampu menjalankan acara dengan baik. Terlihat adanya pembagian tugas yang jelas dan kerja sama yang kuat sehingga kegiatan berlangsung lancar,” ujarnya.

Guru pendamping peserta, Siti Fatimah, menyebut kegiatan mewarnai memiliki banyak manfaat bagi perkembangan anak usia dini. Selain menjadi sarana menyalurkan imajinasi, kegiatan tersebut juga membantu melatih motorik halus yang menjadi dasar dalam kemampuan menulis.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman dalam mengelola sebuah event sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas, imajinasi, dan kemampuan sosial mereka. Kegiatan serupa diharapkan dapat terus diselenggarakan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pendidikan dan perkembangan anak usia dini. (Tim Media Suaka)***

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *