Penulis: Dyan Nuranindya
Editor: Tim Persma Suaka
Air bersih adalah kebutuhan paling mendasar dalam hidup kita. Dari bangun tidur sampai kembali beristirahat, hampir semua aktivitas bergantung pada air. Tapi sayangnya, tidak semua orang bisa mendapatkannya dengan mudah. Bagi sebagian masyarakat, air bersih masih terasa seperti kemewahan.
Setiap tanggal 22 Maret, dunia memperingati Hari Air Sedunia. Peringatan yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa sejak 1993 ini menjadi pengingat bahwa krisis air bersih masih nyata. Sekitar 2,2 miliar orang di dunia belum memiliki akses air minum yang aman. Di Indonesia sendiri, jutaan warga masih kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Masalah ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga soal kesehatan. Air yang tercemar bisa memicu berbagai penyakit seperti diare dan infeksi kulit. Karena itu, akses air bersih bukan sekadar kebutuhan, melainkan hak dasar setiap manusia.
Sebagai generasi muda, mahasiswa juga punya peran. Hal sederhana seperti menghemat air, tidak membuang sampah sembarangan, dan menjaga kebersihan lingkungan bisa menjadi langkah kecil yang berdampak besar.
Momentum Hari Air Sedunia seharusnya membuat kita lebih sadar: air bersih bukan sesuatu yang bisa dianggap sepele. Jika hari ini kita masih mudah mendapatkannya, bukan berarti semua orang merasakan hal yang sama. Sudah saatnya kita lebih peduli dan ikut menjaga, agar hak ini benar-benar bisa dinikmati oleh semua orang.
Sumber:
BRMP Lingkungan Pertanian. (2025, Maret 22). Hari Air Sedunia 2025. Retrieved from BRMP Lingkungan Pertanian: https://lingkungan.brmp.pertanian.go.id/berita/hari-air-sedunia-2025
Pristiandaru, D. L. (2025, Maret 18). Hari Air Sedunia: Tujuan, Sejarah, dan Temanya. Retrieved from Kompas: https://lestari.kompas.com/read/2025/03/18/150000686/hari-air-sedunia–tujuan-sejarah-dan-temanya?page=all
WHO. (2023, September 13). Drinking-water. Retrieved from WHO: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/drinking-water