Download premium vector of Women with feminism and girl power illustration by Minty about women's rights, empower, girl power, feminism, and feminist 470010

Penulis: Muhammad Khalif
Editor : Tim Persma Suaka

Hari Perempuan Internasional diperingati secara luas di berbagai negara setiap tanggal 8 Maret. Momentum tersebut tidak hanya menghadirkan seremoni global, tetapi juga menyimpan pengingat mengenai perjalanan panjang perjuangan perempuan dalam memperoleh pengakuan atas hak-haknya.

Secara historis, asal-usul peringatan ini berkaitan dengan gerakan perempuan pekerja pada awal abad ke-20. Berbagai aksi protes muncul sebagai respons terhadap kondisi kerja yang tidak layak, ketimpangan pengupahan, serta keterbatasan akses perempuan terhadap hak politik. Gelombang tuntutan tersebut kemudian berkembang melampaui batas negara dan memunculkan kesadaran kolektif tentang pentingnya pengakuan terhadap peran perempuan dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan politik.

Dalam peringatan tahun 2026, Hari Perempuan Internasional mengangkat tema global “Rights. Justice. Action. For ALL Women and Girls.” Ungkapan tersebut menyoroti pentingnya keterbukaan akses bagi perempuan dan anak perempuan dalam berbagai bidang kehidupan, mulai dari pendidikan, kesempatan kerja, hingga partisipasi dalam proses pengambilan keputusan. Pengangkatan tema tersebut menunjukkan bahwa isu kesetaraan gender masih menjadi bagian dari pembahasan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Dalam perjalanan sejarahnya, isu yang diangkat oleh gerakan perempuan tidak hanya berkaitan dengan kesempatan bekerja ataupun akses pendidikan. Perhatian juga tertuju pada persoalan yang lebih mendasar, seperti perlindungan dari kekerasan, pengakuan atas martabat manusia, serta jaminan hak yang setara di hadapan hukum. Berbagai lembaga advokasi perempuan mencatat bahwa persoalan-persoalan tersebut masih menjadi bagian dari agenda perjuangan yang terus disuarakan di berbagai tempat.

Perkembangan di berbagai bidang menunjukkan adanya peningkatan partisipasi perempuan dalam ruang publik. Kehadiran perempuan dalam sektor pendidikan, dunia kerja profesional, serta berbagai posisi kepemimpinan menjadi salah satu penanda perubahan sosial yang berlangsung dalam kurun waktu yang panjang. Namun demikian, berbagai laporan dan kajian juga menunjukkan bahwa sejumlah persoalan seperti kesenjangan upah, stereotip gender, serta kekerasan berbasis gender masih ditemukan dalam berbagai konteks kehidupan sosial.

Dalam perjalanan sejarah Indonesia, berbagai tokoh perempuan juga memperlihatkan bagaimana gagasan tentang kesetaraan dan keberanian tumbuh melalui pengalaman nyata. Pemikiran yang diwariskan oleh Raden Ajeng Kartini, misalnya, membuka ruang perdebatan mengenai pentingnya pendidikan bagi perempuan pada masa ketika akses tersebut masih sangat terbatas. Di sisi lain, sosok Cut Nyak Dien menunjukkan bentuk perjuangan yang berbeda melalui keterlibatannya dalam perlawanan terhadap kolonialisme di Aceh. Kisah-kisah tersebut memperlihatkan bahwa perempuan sejak lama telah hadir sebagai bagian penting dalam sejarah, baik dalam pemikiran, pendidikan, maupun perjuangan sosial dan politik

Pada akhirnya, Hari Perempuan Internasional merepresentasikan catatan sejarah tentang perjuangan perempuan dalam memperoleh pengakuan yang setara. Ia tidak hanya berdiri sebagai sebuah peringatan tahunan, tetapi juga sebagai penanda perjalanan panjang yang membentuk berbagai perubahan dalam kehidupan sosial di berbagai belahan dunia.

Sumber:
https://lbhapik.or.id/hari-perempuan-international/
https://news.detik.com/berita/d-8388464/hari-perempuan-internasional-8-maret-2026-tema-dan-sejarahnya

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *