Penulis: Ipan Saepuloh
Editor: Tim Persma Suaka
Tasikmalaya, (SUAKA) — Mahasiswa program studi Manajemen E 23 menggelar Cakepreneur Workshop, sebuah kegiatan pelatihan kewirausahaan di bidang kuliner yang dirancang dan dilaksanakan langsung oleh mahasiswa sebagai bagian dari tugas mata kuliah Manajemen Event. Minggu, (14/06/2026).
Workshop yang diketuai oleh Muhammad Firdaus Aditya ini lahir dari gagasan bersama para mahasiswa yang ingin menghadirkan tema yang relevan dan mudah diimplementasikan. “Untuk memilih acara cakepreneur itu dari ide teman-teman, agar bisa lebih mudah untuk melaksanakan event,” ujar Firdaus.
Firdaus juga menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membuka peluang wirausaha sekaligus mengasah kemampuan mahasiswa dalam mengelola sebuah acara secara profesional. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi batu loncatan bagi seluruh peserta maupun panitia untuk merintis usaha di bidang kuliner kreatif.
Kegiatan ini menghadirkan Rikja Maulana sebagai pemateri, yang berbagi pengalaman seputar tren kuliner terkini dan kunci sukses memulai usaha di bidang tersebut. Menurutnya, konsistensi adalah modal utama yang harus dimiliki mahasiswa. “Kunci sukses yang pertama mungkin konsistensi-konsistensi untuk maunya belajar,” tegasnya.
Dosen pembimbing mata kuliah, Dudu Risana, M.M., menilai kegiatan ini memiliki nilai akademis yang tinggi karena memadukan teori dan praktik secara langsung. Ia menekankan pentingnya administrasi yang tertib, mulai dari penyusunan proposal hingga laporan pertanggungjawaban (LPJ).
Lebih jauh, beliau menyebut bidang kuliner sangat relevan bagi mahasiswa manajemen karena berkaitan langsung dengan pengelolaan usaha dan pengembangan jiwa wirausaha. Workshop ini juga dinilai mampu membangun kepercayaan diri mahasiswa dalam berinteraksi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk pelaku usaha dan konsumen.
Salah satu peserta, Tiara Safira, mengaku termotivasi mengikuti workshop ini karena sebelumnya sudah memiliki pengalaman berjualan donat dan ingin memperdalam ilmu baking. Ia mengaku mendapat kesan mendalam, khususnya dari sisi teknik menghias kue. “Menghias kuenya memang hal yang dasar bagi sebagian orang, tapi teknik seninya belum tentu semua orang bisa,” ungkapnya.
Melalui Cakepreneur Workshop ini, para mahasiswa tidak hanya belajar membuat kue, tetapi juga memperoleh pengalaman nyata dalam merancang dan mengelola sebuah event dari awal hingga akhir. Berharap kegiatan serupa dapat kembali diselenggarakan di masa mendatang sebagai wadah berbagi ilmu dan pengalaman antarwirausahawan muda. (Tim Media Suaka)***