IMG_4198

Tasikmalaya (Suaka) — Upaya memperkuat peran media lokal serta meningkatkan konten lokal ditengah masyarakat menjadi fokus utama dalam kegiatan seminar penyiaran yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat. Selasa, (21/04/2026).

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candra Negara, menyampaikan optimismenya terhadap masa depan Priangan Timur. Ia menilai adanya perhatian dari pemerintah provinsi menjadi langkah awal yang baik untuk mendorong pembangunan dan kerja sama lintas sektor di wilayah tersebut.

Menurutnya, media lokal, termasuk pers mahasiswa, memiliki peran strategis dalam mengangkat potensi daerah. Ia menegaskan bahwa tanpa diminta sekalipun, media lokal kerap menjadi pihak yang aktif memperkenalkan keunggulan daerah kepada publik. Oleh karena itu, ia mendorong para pemimpin daerah untuk lebih menghargai dan menjalin kerja sama dengan media lokal.

“Pers lokal justru seringkali lebih memahami kondisi dan potensi wilayah dibandingkan para pemimpinnya sendiri. Ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak untuk menghargai peran media,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya menjaga independensi dalam pemberitaan. Menurutnya, berita harus disampaikan secara jujur dan murni tanpa intervensi kepentingan tertentu. Ia berharap pola-pola pemberitaan yang tidak objektif dapat mulai ditinggalkan.

Di sisi lain, Ketua KPID Jawa Barat, Dr. Adiyana Slamet, S.IP., M.Si., menekankan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah disrupsi informasi yang berdampak pada aspek sosial dan budaya masyarakat. Ia menyebut bahwa berdasarkan hasil riset terhadap 601 responden, lebih dari 50 persen menyatakan media sosial telah memengaruhi dan menggeser nilai-nilai sosial budaya, seperti gotong royong dan kolektivitas.

“Terjadi pergeseran ke arah individualisme, fenomena fear of missing out (FOMO), hingga menurunnya kepedulian sosial akibat dominasi penggunaan gadget,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga dapat menjadi alat penetrasi kepentingan pihak tertentu, termasuk negara lain. Berdasarkan riset, terdapat puluhan negara yang memanfaatkan media sosial untuk memengaruhi pola pikir masyarakat di berbagai negara.

Dalam menghadapi kondisi tersebut, KPID Jawa Barat terus mendorong berbagai program literasi dan penguatan budaya lokal. Beberapa di antaranya adalah gerakan literasi penyiaran, program pembangunan budaya, serta inisiatif penyiaran ramah anak dan perempuan.

Ketua KPID, Dr. Adiyana Slamet juga mengajak pers mahasiswa di Priangan Timur untuk turut berperan aktif dalam memproduksi konten lokal yang berkualitas dan sesuai dengan nilai budaya setempat. Hal ini diharapkan dapat menjadi benteng dalam menghadapi arus informasi global yang berpotensi merusak identitas lokal.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah, lembaga penyiaran, dan media lokal guna membangun ekosistem informasi yang sehat dan berdaya saing di Priangan Timur. (Tim Media Suaka)*

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *